|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pria Pantang Bergosip?Category : Must ReadJulukan "gossiper" memang sering melekat pada sosok wanita. Tapi bagaimana kalau itu terjadi pada pria? Akan terlihat memalukan bila Anda mendengar pria mengomentari sensasi para selebriti. Apalagi bukan rahasia lagi bahwa kaum Hawalah yang biasanya paling gemar bergosip tentang ulah sang pacar dan teman-temannya. Tapi, ternyata tidak selamanya kaum wanita saja yang gemar bergosip setelah melihat program acara infotainment, kaum pria pun gemar. Meski tidak dimasukkan dalam agenda sehari-hari, namun pria pun merasa terhibur oleh program acara tersebut. Selain dapat memelototi para aktris cantik, umumnya pria merasakan thrill saat mengikuti alur drama yang melingkupi orang terkenal. Lagipula, gosip di seputar selebriti ternyata dapat menjadi conversation starter dengan wanita. Menurut Psikolog Tika Bisono, pria dan wanita memiliki perbedaan mendasar baik dari seksologis, psikologis, sampai attitude. Karena itu, kaum pria cenderung lebih menggunakan segi rasional, sementara para wanita banyak mengandalkan emosional. "Pada akhirnya kalau lebih mengutamakan rasa, maka lebih banyak keingintahuan terhadap segala hal yang ada di sekitarnya. Sementara kaum pria umumnya lebih suka dengan segala hal yang berbau logika dan knowledge. Tapi tidak menutup kemungkinan bila kaum pria pun ada yang suka ingin tahu dengan segala sesuatu," papar psikolog yang dekat dengan dunia remaja itu. Masih menurutnya, ada latar belakang yang melandasi pria dengan kondisi tersebut, yaitu faktor internal dan eksternal. Salah satu penyebab faktor eksternal ialah budaya dalam lingkungan keluarga, misalnya ketika kecil dia selalu dilindungi oleh orang-orang dengan sangat protective sampai ibaratnya tidak ada privasi. "Karena hal tersebut menjadikannya sebuah kebiasaan yang berkembang dan menjadi ajang baginya bergaul," jelas almamater Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu. Umumnya pria yang gemar bergosip itu memiliki komunitas tertentu atau bahkan hanya menjadi bagian kecil dari kumpulan orang. Namun, gemar bergosip ternyata tidak melulu berkonotasi negatif, khususnya bagi orang yang cenderung pendiam. "Dengan kondisi susah bergaul dan tidak terbiasa banyak bicara, bergosip dapat membantu orang dengan kondisi tersebut berani unjuk gigi," papar mantan penyanyi terkenal di era 80-an itu. Meski demikian, lanjutnya, gosip yang terlalu digosok berlebihan juga akan berdampak tidak baik. "Sebaiknya batasi diri untuk bergosip berlebihan karena harus juga melihat dampak atau reaksi balik dari orang yang dibicarakan," pungkas wanita bersahaja ini. Facebook
<< Back 0 Comment
| 691 hits | Posted by Callrid at 2011-01-23 22:55:04
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Last Modified
08-November-2011, 23:21:04 pm callrid.com Created 2006-2012 by Anton Ongsono All rights reserved |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||