|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Bertransaksikan Kasih SayangCategory : RenunganSeorang pengusaha lanjut usia duduk di hadapan para direkturnya. Baru saja ia menggoreskan tanda setuju untuk menaikkan upah buruhnya di atas ketetapan. Ini adalah yang ke sekian kalinya. Beberapa direktur mengajukan keberatan, "Bila kita lakukan ini setiap tahun, beberapa tahun lagi kita harus tutup usaha ini." Sang pengusaha menjawab dengan pelan dan dalam, "Itu berarti kalian harus bekerja lebih keras lagi. Bila usaha ini tak mampu memberikan upah yang layak bagi pekerjanya, lebih baik kita buka usaha lain. Aku tak dirikan pabrik ini untuk menjadi raksasa ekonomi. Aku hanya ingin kita bekerja demi kesejahteraan orang yang ada di sini dan mereka yang membeli produk kita. Aku percaya, hanya bila kita bekerja demi kesejahteraan banyak oranglah, kita menjadi raksasa yang sesungguhnya." Takkah kita merugi, wahai tuan pengusaha? "Ah, anak muda! Rasa bahagia yang ada dalam dada ini tak mungkin terbayarkan. Bila kau catat itu sebagai pendapatan dalam penghitungan rugi laba, ia kubawa hingga akhir hayat. Sedangkan uang akan sirna begitu kau belanjakan. Tahukah kau usaha macam apa ini? Inilah usaha bertransaksikan kasih sayang. Inilah usaha berjual-belikan cinta kasih," demikian bisik tuan pengusaha itu sambil mengedipkan sebelah matanya. Facebook
<< Back 0 Comment
| 925 hits | Posted by Callrid at 2007-05-21 09:37:31
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Last Modified
08-November-2011, 23:21:04 pm callrid.com Created 2006-2012 by Anton Ongsono All rights reserved |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||