|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sebuah Surat CintaCategory : Renungan
Sahabat,
Apa kabar ? Aku perlu mengirim sepucuk surat untuk menyatakan pada mu Betapa Aku memperhatikan kamu Kemarin Aku melihat kamu berbincang-bincang dengan teman-temanmu Sepanjang hari Aku menunggu berharap engkau mau bercakap-cakap dengan Ku juga. Aku memberimu senja untuk menutup hari mu dan angin sepoi-sepoi untuk menyejukkanmu dan aku menunggu mu, kau tidak pernah datang. Tadi malam aku melihat kamu tidur Dan Aku ingin menyentuh kening mu maka aku mencurahkan cahaya bulan ke wajahmu. Aku kembali menunggu, ingin Aku meluncur ke bawah supaya kita bisa berbincang-bincang Aku punya banyak sekali hadiah untuk mu ! Pagi ini kamu bangun dan terburu-buru bekerja. Air mataku bercucuran. Seandainya saja kamu mau mendengarkan Aku ! Aku cinta pada mu ! Aku berusaha mengatakannya melalui langit biru dan rumput hijau yang membisu. Aku membisikkannya lewat dedaunan dan menghembuskannya lewat warna-warni bunga, Meneriakkannya pada mu lewat aliran sungai pegunungan Menjadikan burung-burung gemar bernyanyi. Aku menyelimuti mu dengan kehangatan sinar mentari. Dan memberi wangi udara dengan wewangian alam. Kasih ku pada mu lebih dalam daripada samudra Dan lebih besar dari kebutuhan yang paling besar dalam hatimu ! Mintalah pada Ku ! Berbicaralah pada Ku ! Jangan lupakan Aku ! Banyak sekali yang harus kubicarakan dengan mu Aku tak ingin mengganggumu lebih lama lagi. Ini tergantung keputusanmu. Aku telah memilih kamu dan aku menunggu. Aku mengasihimu Sahabat-Mu Facebook
<< Back 0 Comment
| 1573 hits | Posted by Callrid at 2007-06-15 11:57:17
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Last Modified
08-November-2011, 23:21:04 pm callrid.com Created 2006-2010 by Anton Ongsono All rights reserved |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||