Tuesday, 22 May 2012

Malam Saat Lonceng Berdentang

Category : Renungan

Dahulu kala, sebuah gereja yang mengagumkan berdiri di
bukit yang tinggi di sebuah kota yang besar. Gereja
itu dapat dilihat hingga berkilometer jauhnya pada
saat dihias lampu-lampu untuk suatu perayaan. Namun
ada sesuatu yang jauh lebih menakjubkan tentang gereja
ini, ketimbang keindahannya: suatu legenda yang aneh
dan indah tentang loncengnya.
Di sudut gereja itu ada sebuah menara yang tinggi, dan
dipuncak menara itu, ada satu rangkaian lonceng yang
paling indah di dunia. Tetapi kenyataannya tak ada
yang pernah mendengar lonceng-lonceng itu selama
bertahun-tahun, bahkan juga pada hari Natal.

Karena merupakan suatu adat pada malam Natal bagi
semua orang untuk datang ke gereja membawa persembahan
mereka bagi bayi Kristus. Dan ada masanya di mana
sebuah persembahan yang sangat tidak biasa yang
diletakkan di altar akan menimbulkan alunan musik yang
indah dari lonceng-lonceng yang ada jauh di puncak
menara. Ada yang mengatakan bahwa angin yang
membunyikannya, ada juga yang mengatakan bahwa
malaikatlah yang membuatnya berdentang. Tapi
akhir-akhir ini tak ada persembahan yang cukup luar
biasa yang layak memperoleh dentangan lonceng itu.

Beberapa kilo dari kota, di sebuah desa kecil, tinggal
seorang anak laki-laki bernama Pedro dengan adik
laki-lakinya. Mereka hanya tahu sangat sedikit tentang
lonceng-lonceng itu, tetapi mereka pernah mendengar
mengenai kebaktian di gereja pada Malam natal dan
mereka memutuskan untuk pergi melihat perayaan yang
indah itu.
Sehari sebelum Natal, cuaca sangat dingin, dengan
salju putih yang telah mengeras di tanah. Pedro dan
adiknya berangkat lebih awal di siang harinya, dan
meskipun cuaca dingin mereka sampai di pinggiran kota
saat senja. Mereka baru saja akan memasuki salah satu
pintu gerbang kota yang besar ketika Pedro melihat
sesuatu berwarna gelap di salju dekat jalan mereka.
Itu adalah seorang wanita yang malang, yang terjatuh
tepat di luar pintu kota, terlalu sakit dan lelah
untuk masuk ke kota, dimana ia dapat memperoleh tempat
berteduh. Pedro berusha membangunkannya, tetapi ia
hampir tak sadarkan diri. "Tak ada gunanya dik, kau
saja yang pergi ke gereja, saya akan merawat wanita
ini".
"Tanpamu!", teriak sang adik.
Pedro mengangguk perlahan. "jika aku tak merawatnya,
wanita ini akan mati kedinginan, semua orang mungkin
sudah pergi ke gereja saat ini, tapi kalau kamu pulang
nanti, pastikan bahwa kamu membawa seseorang untuk
membantunya. Saya akan tinggal di sini dan berusaha
menjaganya agar ia tidak membeku, dan kalau bisa agar
ia mau makan roti yang saya bawa ini."
"Tapi saya tak bisa menginggalkanmu!" jawab adiknya.
"Cukup salah satu dari kita yang tidak menghadiri
kebaktian", kata Pedro,
"Kamu harus melihat dan mendengar sesuatunya dua kali,
satu untukmu dan satu untukku. Saya yakin Kristus tahu
betapa saya sangat ingin menyembahNya. Jika kau
mempreoleh kesempatan, bawalah potongan perakku ini
dan taruhlah sebagai persembahan saat tak seorangpun
melihat".

Demikianlah akhirnya adiknya sendiri ke gereja itu.
Gereja yang besar itu sungguh indah malam itu,
sebelumnya belum pernah terlihat seindah itu. Ketika
organ mulai dimainkan dan ribuan orang bernyanyi,
dinding-dinding gereja bergetar oleh suaranya.
Pada akhir kebaktian, tibalah saatnya untuk berbaris
guna meeletakkan persembahan di altar. Ada yang
membawa permata, ada yang membawa emas. Seorang
penulis terkenal meletakkan sebuah buku yang telah
ditulisnya selama bertahun-tahun. Dan yang terakhir,
berjalanlah sang Raja negeri itu, sama seperti yang
lain berharap bahwa ia layak untuk memperoleh
dentangan lonceng Natal.

Gumaman yang keras terdengar di seluruh ruang gereja
ketika sang Raja melepaskan dari kepalanya mahkota
kerajaannya yang dipenuhi batu-batu berharga dan
meletakkannya di altar. "Tentunya kita akan mendengar
lonceng-lonceng itu sekarang", gumam semua orang, Tapi
hanya hembusan angin dingin yang terdengar di menara.

Barisan orang sudah habis dan paduan suara memulai
lagu penutup. Tiba-tiba saja pemain organ berheti
bermain, nyanyianpun berhenti. Tak terdengar suara
sedikitpun dari orang-orang di dalam gereja. Sementara
semua orang memasang telinga baik-baik untuk
mendengarkan, terdengarlah dengan perlahan, tapi
jelas, suara lonceng-lonceng di menara itu. Kedengaran
sangat jauh tetapi jelas, alunan musik itu terdengar
lebih manis dari suara apapun yang pernah mereka
dengar.

Maka mereka semua berdiri dan melihat ke altar untuk
menyaksikan persembahan besar apakah yang membangunkan
lonceng yang telah berdiam sekian lama. Tapi yang
mereka lihat hanyalah sosok anak-anak, adik laki-laki
Pedro, yang dengan perlahan-lahan merangkak di
sepanjang lorong kursi ketika tak seorangpun
memperhatikan dan meletakkan potongan kecil perak
milik Pedro dialtar.
(Raymond Mc Donald Alden, Chicken Soup for the
Christian Soul)

Like this articles? share it with Share With FacebookFacebook
<< Back
0 Comment | 947 hits | Posted by Callrid at 2007-07-13 09:35:33

Related Read

Add Comment
Name :
Web :
Comment :

Code :
 

Other Source
A Practical Guide On Complete Multivitamins
Many of us have a hard time deciding what the best multivitamin is for us. This is completely confusing and difficult especially when there are so many bottles to scan in the various aisles of the...

High Blood Pressure
The nutritional benefits of low-fat dairy products are well known for ages. The latest studies show that the ingredients of dairy products - some combination of milk proteins are effective and...

Welcome To Mimicwatch.com - Quality Luxury Replica Vacheron Constantin Watches At Affordable Price
When entering our online store at Mimicwatch.com, you are given an unique opportunity to choose among a wide selection of famous Replica Watches and Replica handbags such as Replica Vacheron...

Ebook Marketing Tips
A great way to have a product to sell on the Internet is an e-book which almost anyone can create. There is no longer any need for delaying with the simple process detailed below. If you are afraid...

Tactical Asset Marketing
Asset Management Different Asset Allocation Strategies Asset marketing is the process of dividing a portfolio into major asset categories such as cash, stocks, real estate, or...

Shout Box
2012-05-20 02:21:58 
bunga
Salam kenal
2012-05-19 18:31:58 
Fachmi Agung
blogwalking
2012-05-19 10:35:18 
Nawa-Birawa
blogwalking here
2012-05-14 17:45:08 
Agen Bola
mantap ini websitenya...
2012-05-05 08:22:16 
indri
Makasih ya atas trik blog walkingnya ... kunjungi blog saya ya ..

Site Partners


Search Articles

Web Statistic
No Visitor :
3088433
Today Visitor :
1841
Online Visitor :
1
what is my ip address? Page Rank Checker

< May 2012 >
SMTWTFS
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031

Increase Page Rank

Last Modified 08-November-2011, 23:21:04 pm
callrid.com Created 2006-2012 by Anton Ongsono
All rights reserved