Sunday, 17 February 2019

Kereta, Genta Dan Cinta

Category : Renungan

Kalau boleh ditukarkan, banyak orang yang mau menukarkan seluruh air matanya dengan gelak tawa. Bisa dimaklumi, karena gelak tawa itu menyenangkan, dan air mata itu menyedihkan. Kemewahan anak kecil seperti inilah yang sempat muncul dalam pikiran, ketika harus melepas Ibu tercinta yang dijemput oleh sang kematian di tanggal 7 Juli 2001. Ada sejumlah hal yang telah dicita-citakan sejak dulu, namun tidak bisa dilakukan hanya karena kematian menjemput Ibu lebih dulu dari perkiraan kami sekeluarga.

Haru, kejut, sedih bercampur jadi satu, ketika seorang kakak menelepon dan mengabarkan bahwa Ibu tercinta telah tiada. Masih jelas dalam ingatan, bagaimana Ibu melindungi anak bungsunya dalam banyak kesempatan sambil menangis. Belum hilang dari kenangan, bagaimana saya sebagai anak bungsu disusui Ibu sampai kelas satu sekolah dasar. Setiap kali pulang sekolah, saya cari kursi agar Ibu mau duduk. Kemudian, duduk mewahlah saya dalam pangkuan Ibu sambil meminum susu terenak, tersehat dan terbaik di dunia. Hanya kurang dari sebulan sebelum beliau pergi ke tempat yang amat jauh, saya masih sempat memapahnya mendaki rangkaian banyak tangga di sebuah tempat sembahyang. Ketika seorang sahabat dekat bertanya, kenapa mesti saya yang memapahnya, dengan spontan saya menjawab: 'sedang membuat kenangan indah bersama orang yang amat saya cintai'. Dan Ibu yang berada di sebelah saya, hanya bisa tersenyum kecil.

Masih ada segunung kenangan yang disisakan Ibu buat saya, yang tentu saja terlalu panjang untuk diceritakan di sini. Yang jelas, dari demikian banyak duka kematian yang pernah saya alami, kematian Ibu termasuk salah satu kehilangan berat dalam hidup. Ia tidak hanya memproduksi sekumpulan air mata, gunungan duka, rencana-rencana cinta yang tidak bisa dilaksanakan, tetapi juga hutang-hutang cinta yang belum tentu bisa dibayar.

Sebagaimana manusia lainnya, tidak ada orang yang bisa membayar hutangnya secara lunas kepada orang tuanya - apalagi Ibu. Sudah menjadi kodrat hidup setiap orang, kalau kita harus berhutang pada orang tua. Namun, hutang itu menjadi lebih besar lagi, kalau kita hidup dalam kuantitas dan kualitas cinta orang tua yang di atas rata-rata. Dan latar belakang inilah yang membuat saya demikian kehilangan pada wafatnya Ibu.

Entah dari mana datangnya inspirasi, ketika keluarga meminta saya memberi sambutan sebelum liang lahat ditutup, tiba-tiba saja saya teringat serangkaian kata-kata - maafkan saya lupa dari mana kata-kata indah ini pernah saya baca - yang amat menyentuh hati. "Kereta bukanlah kereta, sebelum ia dijalankan. Nyanyian bukanlah nyanyian, sebelum ia dinyanyikan. Genta bukanlah genta, sebelum ia dibunyikan. Dan, Cinta bukanlah cinta, sebelum ia dilaksanakan." Dan yang membuat hutang saya pada Ibu demikian menumpuk dan menggunung, karena ia mewariskan sebuah kekayaan hidup yang paling berguna: cinta yang sudah dilaksanakan. Betapapun kuatnya emosi ini, air mata siapapun akan jatuh kalau ditinggalkan seorang Ibu yang melaksanakan cintanya secara amat mengagumkan.

Ini semua seperti mau bertutur ringkas dan jelas ke saya, bukan kereta, bukan genta yang membuat orang itu dikenang lama. Melainkan perangkat-perangkat sikap yang penuh dengan warna cinta. Dan berbeda dengan kereta dan genta, sikap-sikap jenis terakhir tidak hanya membahagiakan orang-orang yang diberikan, ia juga membahagiakan siapa saja yang melakukannya dengan penuh keikhlasan.

Kalau kehilangan Ibu agak memberatkan hati, kesadaran bahwa pemberi cinta justru lebih berbahagia dibandingkan yang diberikan, membuat saya agak sedikit lega. Rupanya, Ibu telah melewati masa-masa hidup yang amat berbahagia. Dan ini bukannya tanpa bukti. Sejumlah keluarga yang menungguinya di rumah sakit menjelang akhir hayatnya, selalu menggunakan kedatangan saya sebagai alasan supaya Ibu mau membuka mulutnya agar mau makan. Dan ternyata, berapa kalipun kakak saya menyebut kata 'Gede Prama datang', sebanyak itu juga Ibu membuka mulutnya sebagai tanda bersedia makan.

Ada memang penyesalan di dada dan di hati ini. Namun, Tuhan masih menyisakan perasaan untung pada saya. Sebab, seminggu sebelum Ibu wafat saya masih sempat memegang tangannya erat-erat sambil mengucapkan serangkaian doa. Dengan mulut yang terkunci rapat-rapat, matanya masih menatap saya dengan senyuman yang seperti dulu. Pagi hari berikutnya, ia sudah bisa bicara, dan sehari sesudahnya kemampuan berbicaranya sudah kembali ke keadaan normal. Dan karena insting bertutur tidak terlalu baik, jam 02:00 pagi ketika saya siap meninggalkan kota kecil di Bali Utara sana, saya sempatkan datang ke rumah sakit kembali.

Setelah mencium keningnya. Ibu yang tadinya masih tidur membuka matanya pelan-pelan dan berucap dalam bahasa Bali yang lembut: rahayu (kurang lebih berarti semoga selamat dalam lindungan Tuhan). Inilah kata terakhir yang diucapkan Ibu ke saya. Dan semalam sebelum telepon mengejutkan itu datang, saya masih bermimpi bergandengan tangan bersama Ibu di sebuah tebing tinggi yang dikelilingi hamparan samudera. Mimpi terakhir ini seperti sedang bertutur ke saya, bahwa Ibu masih akan terus membimbing saya dengan modal dan kekayaan yang sama: cinta yang dilaksanakan. Selamat jalan Ibu, modal kekayaan terakhir ini juga sedang saya bagi ke banyak sekali orang yang membaca tulisan reflektif ini. Bunda, saya mencintaimu sampai akhir hayatku...



Like this articles? share it with Share With FacebookFacebook
<< Back
1 Comment | 2960 hits | Posted by Callrid at 2007-12-12 08:55:46

Related Read

Add Comment
Name :
Web :
Comment :

Code :
 

Other Source
A Practical Guide On Complete Multivitamins
Many of us have a hard time deciding what the best multivitamin is for us. This is completely confusing and difficult especially when there are so many bottles to scan in the various aisles of the...

High Blood Pressure
The nutritional benefits of low-fat dairy products are well known for ages. The latest studies show that the ingredients of dairy products - some combination of milk proteins are effective and...

Welcome To Mimicwatch.com - Quality Luxury Replica Vacheron Constantin Watches At Affordable Price
When entering our online store at Mimicwatch.com, you are given an unique opportunity to choose among a wide selection of famous Replica Watches and Replica handbags such as Replica Vacheron...

Ebook Marketing Tips
A great way to have a product to sell on the Internet is an e-book which almost anyone can create. There is no longer any need for delaying with the simple process detailed below. If you are afraid...

Tactical Asset Marketing
Asset Management Different Asset Allocation Strategies Asset marketing is the process of dividing a portfolio into major asset categories such as cash, stocks, real estate, or...

Shout Box
2016-11-24 08:56:05 
Pembicara Internet M
Website yagn bagus
2016-11-24 08:40:45 
Produsen Mukena
Good Website
2016-04-05 20:44:45 
Belanja Alat ukur
Belanja Alat ukur dan Thermal Camera Hanya di dutapersada.co.id
2016-04-04 07:10:03 
hit obat nyamuk
hit obat nyamuk
2016-03-31 15:26:29 
vay dam Lury 2016
We stumbled over here from a different web address and thought I might as well check things out. I like what I see so i am just following you. Look forward to finding out about your web page yet again.

Site Partners


Search Articles

Web Statistic
No Visitor :
3232209
Today Visitor :
167
Online Visitor :
1
what is my ip address? Page Rank Checker

< Feb 2019 >
SMTWTFS
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728

Increase Page Rank

Last Modified 08-November-2011, 23:21:04 pm
callrid.com Created 2006-2012 by Anton Ongsono
All rights reserved