Wednesday, 23 May 2012

Kemurahan Hati yang Sejati

Category : Renungan

Waktu sebuah angin topan menimpa sebuah kota kecil dekat-dekat sini,  banyak keluarga mengalami musibah. Sesudah itu, semua surat kabar  lokal memuat banyak berita kemanusiaan yang menarik dengan liputan  keluarga-keluarga yang paling menderita.

Di edisi Minggu, sebuah gambar khusus begitu menyentuh hatiku. Ada  seorang ibu muda berdiri di depan sebuah rumah-mobil yang hancur,  raut wajahnya mencerminkan kesedihan yang begitu memelas. Seorang  bocah laki-laki, sekitar 7 atau 8 tahun, berdiri di sampingnya,  matanya memandang ke bawah. Seorang gadis kecil sedang memegang erat- erat gaun ibunya, matanya memandang ke lensa kamera, lebar terbelalak  penuh kebingungan dan rasa takut. Berita yang menyertai gambar itu  memberikan nomor-nomor ukuran pakaian tiap anggota keluarga itu.  Perhatianku makin bertambah, aku mengamati ukuran-ukurannya hampir  menyamai punya kami. Ini sebuah kesempatan bagus untuk mendidik anak- anakku membantu mereka-mereka yang kurang beruntung dari anak-anakku.  Gambar keluarga muda itu aku tempelkan pada lemari es, kuterangkan  bencana mereka itu pada putra-putra kembarku, Brad dan Brett, yang  berumur 7 tahun, dan pada putriku Meghan yang baru berumur 3 tahun.  Aku berkata, "Kita ini punya begini banyak, mereka itu sekarang  hampir-hampir tak memiliki apapun. Ayo, mari kita membagikan milik  kita dengan mereka." Aku bawa turun 3 kotak besar dari gudang bawah- atap yang lalu kutaruh di ruang keluarga. Meghan diam-diam mengamati  kedua kakaknya dan aku yang sedang mengisi salah satu kotak itu  dengan makanan kaleng dan lain-lainnya yang tahan lama, juga sabun  dan kebutuhan kebersihan lainnya. Waktu aku memilah pakaian-pakaian,  aku menyemangati putra-putraku untuk melihat-lihat mainan mereka dan  menyumbangkan apa yang kiranya sudah kurang digemari. Si Meghan terus  memandang, diam saja, saat mereka itu mulai menumpuk mainan  maupun 'game' yang mau dibuang. "Nanti habis ini akan ibu bantu  carikan sesuatu untuk gadis kecil itu," kataku.

Bocah-bocah laki-laki itu mengisikan mainan-mainan yang mereka pilih  untuk disumbangkan ke dalam salah satu kotak sedangkan aku mengisi  kotak ketiga dengan pakaian-pakaian. Meghan datang berjalan sambil  mendekap erat-erat di dadanya, Lucy, boneka kainnya yang selain sudah  luntur, kucel bocel dan lusuh kumal namun begitu ia sayangi. Ia  berhenti sejenak di depan kotak yang memuat mainan-mainan itu,  menempelkan wajahnya yang bulat kecil mungil pada muka lukisan Lucy  yang datar ceper, memberinya sebuah ciuman selamat tinggal, lalu  menaruhnya dengan lembut di atas lain-lainnya. "Lho, Sayang," aku  berkata, "Lucy tidak perlu kau berikan. Itu kan kesayanganmu?" Meghan  mengangguk dengan hikmat, matanya agak berkilau membasah dengan air  mata yang tertahan. "Lucy membuatku begitu bahagia, Bu. Mungkin nanti  dia juga akan membuat gadis kecil itu bahagia sekali." Aku, yang  semula maunya mengajar, malah mendapat pelajaran. Anak-anak laki-laki  itu telah melihat dan melongo, mulut terbuka, saat adik perempuannya  meletakkan boneka kesayangannya ke dalam kotak. Tanpa sepatah kata,  Brad berdiri dan menghilang ke kamarnya. Ia muncul kembali dan  membawa salah satu mainan tokoh aksi-aksian yang paling ia kagumi.  Terlihat ia agak ragu-ragu, maju-mundur sambil menggenggam mainan  itu, lalu ia melirik Meghan dan kemudian diletakkannya di kotak, di  samping Lucy. Sebuah senyum pelan-pelan melebar di muka Brett, lalu  ia lompat berdiri, matanya bersinar-sinar saat ia lari pergi  mengambil beberapa buah mobil-mobilan dari kumpulan Matchbox yang ia  begitu sayangi. Begitu terkagum, aku menyadari bahwa merekapun juga  menangkap isi makna sikap dan tindakan Meghan. Dengan menahan air  mata, aku merangkul ketiga anak-anakku dalam pelukanku. Dengan rasa  menelan yang berat, aku memandangi Meghan agak lama, termenung  sebentar memikirkan bagaimana caranya aku bisa mengajar putra-putraku  pelajaran yang Meghan baru ajarkan kepadaku, karena tiba-tiba saja  aku sadar bahwa setiap orang bisa memberikan apa saja yang memang mau  dibuang.

Kemurahan hati yang sejati ialah bila memberikan apa yang justru  paling kau sayang dan hargai. Kebajikan murni sejati dan jujur ialah  di saat gadis umur tiga tahun mengorbankan boneka tersayangnya,  meskipun sudah kumal, kepada seorang gadis kecil lainnya yang tak ia  kenal, dengan harapan bahwa itu akan membawa kadar kebahagiaan yang  sama seperti yang ia terima. Dengan mengambil contoh dari si kecilku,  aku mengambil kembali jaket coklatku berjumbai-jumbai yang lama dari  kotak pakaian. Aku ganti itu dengan jaket baru berwarna hijau-pemburu  yang baru kutemukan minggu lalu waktu ada obral. Aku harap wanita  muda di gambar itu akan menyukainya sama seperti aku.

("True Generosity" by Elizabeth Cobb)

Like this articles? share it with Share With FacebookFacebook
<< Back
0 Comment | 1376 hits | Posted by Callrid at 2008-07-22 09:12:38

Related Read

Add Comment
Name :
Web :
Comment :

Code :
 

Other Source
A Practical Guide On Complete Multivitamins
Many of us have a hard time deciding what the best multivitamin is for us. This is completely confusing and difficult especially when there are so many bottles to scan in the various aisles of the...

High Blood Pressure
The nutritional benefits of low-fat dairy products are well known for ages. The latest studies show that the ingredients of dairy products - some combination of milk proteins are effective and...

Welcome To Mimicwatch.com - Quality Luxury Replica Vacheron Constantin Watches At Affordable Price
When entering our online store at Mimicwatch.com, you are given an unique opportunity to choose among a wide selection of famous Replica Watches and Replica handbags such as Replica Vacheron...

Ebook Marketing Tips
A great way to have a product to sell on the Internet is an e-book which almost anyone can create. There is no longer any need for delaying with the simple process detailed below. If you are afraid...

Tactical Asset Marketing
Asset Management Different Asset Allocation Strategies Asset marketing is the process of dividing a portfolio into major asset categories such as cash, stocks, real estate, or...

Shout Box
2012-05-20 02:21:58 
bunga
Salam kenal
2012-05-19 18:31:58 
Fachmi Agung
blogwalking
2012-05-19 10:35:18 
Nawa-Birawa
blogwalking here
2012-05-14 17:45:08 
Agen Bola
mantap ini websitenya...
2012-05-05 08:22:16 
indri
Makasih ya atas trik blog walkingnya ... kunjungi blog saya ya ..

Site Partners


Search Articles

Web Statistic
No Visitor :
3089178
Today Visitor :
551
Online Visitor :
1
what is my ip address? Page Rank Checker

< May 2012 >
SMTWTFS
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031

Increase Page Rank

Last Modified 08-November-2011, 23:21:04 pm
callrid.com Created 2006-2012 by Anton Ongsono
All rights reserved