|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Masihkah Talenta Itu Diasah?Category : Renungan
Tahun 109, sebuah terowongan dibangun di Segovia, Spanyol. Setiap hari terowongan ini mengalirkan air segar dari pegunungan kedalam kota. 18 abad sudah terowongan ini melayani penduduk kota Segovia, itu artinya kira-2 60 generasi sudah menikmati segarnya air pegunungan yang dialirkan melalui terowongan ini. Pada satu waktu muncul satu generasi yang berpendapat bahwa bahwa terowongan itu sudah tua dan sudah terlalu lama bekerja, karena itu mereka membangun sebuah terowongan baru dari pipa besi. Terowongan yang lama dijadikan sebagai museum peninggalan bersejarah. Setelah beberapa waktu tidak digunakan, terowongan yang tua mulai rusak. Panas mentari dan hujan datang silih berganti membuat terowongan itu mulai retak-retak dan diperkirakan akan semakin rusak. Keadaan ini terowongan ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa ketika talenta atau kemampuan yang kita miliki tidak lagi digunakan maka talenta atau kemampuan itu akan berkurang atau malah hilang.
Ada begitu banyak orang yang pada masa mudanya mempersembahakan hidupnya untuk melayani Tuhan, meskipun mereka harus bergumul membagi waktu. Namun ketika mereka mulai masuk kedunia kerja dan berkeluarga, mereka terhilang dari pelayanan bahkan dari gereja. Fenomena inilah yang saya amati dan terjadi pada kebanyakan teman-teman saya yang dulu sangat antusias melayani ketika kami masih remaja. Dulu rasanya hampir semua orang yang terlibat dalam kepengurusan dan pelayanan berlomba-lomba melayani. Mereka seakan tidak mempedulikan kepenatan tubuh karena selepas kuliah harus rapat atau pulang larut malam dari tempat pelayanan yang cukup jauh. Namun beberapa waktu yang lalu saya terdiam saat mengetahui bahwa saat ini beberapa orang sama sekali tidak lagi bersentuhan dengan pelayanan, bahkan ada yang jarang datang beribadah. Jika saya sebagai manusia saja prihatin melihat kenyataan ini, apalagi Tuhan yang pernah mempercayakan talenta dan tanggung jawab ini kepada anak-anakNya. Memang tidak mudah meneruskan pelayanan yang sudah Tuhan percayakan, tetapi masalah mempertahankan pelayanan atau mengasah talenta itu sepenuhnya tergantung pada komitmen dan keputusan kita. Asahlah terus talenta kita dengan cara setia melayani pekerjaanNya. Dengan melayani, dimana atau sebagai apapun, sesungguhnya kita sedang menunjukkan besarnya kasih kita kepada Tuhan dan sesama. Kerelaan untuk mengobankan waktu, tenaga dan materi untuk melayani menunjukkan bahwa kita peduli pada jiwa-jiwa. Ketika kita bersedia melayani juga berarti Tuhan memiliki tambahan sepasang mata, tangan, kaki dan sebuah mulut untuk menyampaikan kasihNya yang besar kepada jiwa-jiwa yang lemah, putus asa atau terhilang. Asahlah talenta kita secara optimal karena hal itu akan membuat Allah dan sesama tersenyum. KATA-KATA BIJAK: Keadaan kita adalah pemberian Allah, tetapi apa yang kita lakukan dipelayanan adalah pemberian kita kepada Allah. Facebook
<< Back 0 Comment
| 596 hits | Posted by Callrid at 2009-10-19 09:16:44
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Last Modified
08-November-2011, 23:21:04 pm callrid.com Created 2006-2010 by Anton Ongsono All rights reserved |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||